Sabtu, 01 September 2012

Ketika malaikat maut telah datang

Seperti biasa ...tiap selasa pagi bu Katimun absen dari toko buat belajar cari ilmu akherat bersama teman-teman. Usai terdengar adzan dhuhur  bergegas pamit sama ibu2 pengajian, udah saatnya jemput si kecil di play group. Kasihan kalau harus nungguin  bundanya kok kagak dateng-dateng ya.... Baru duapuluh meter jalan ......ia berpapasan dengan seorang ibu yang berlari tergopoh-gopoh dan tampak cemas. Ada sesuatukah? Sesuatu ni ha.....ternyata emang benar,  beberapa orang yang berkerumun tak jauh dari situ memberikan jawaban pada bu katimun tanpa nunggu di tanya a..i...u...e... o....
" Niku lho bu..... Mbah Darmi tilar mboten wonten sing ngonangi.... Allahuakbar....Innalillahiwainna ilaihi roji'un  ........ketika memalingkan pandangan ke seberang jalan Bu Katimun menangkap sosok tubuh kecil rapuh renta, rambut  putih, kulit kusut .....tampak meringkuk kaku di halaman penuh sampah dan daun berserakan. Ternyata dia tinggal sendirian di rumah tuanya.....dan ketika sakaratul maut itu datang ....tanah pasir yang dingin itulah menjadi alas tidurnya. Tak ada kasur busa empuk ataupun selimut hangat .  Dan yang pasti tak ada anak cucu ataupun kerabat yang menemani dan mentalqinnya untuk mengucap Laaillahaillallah....,,,,

Rabu, 23 Mei 2012

PISAU DAN GOLOK

Hari belum begitu siang, tetapi memang panas sudah mulai terasa menyengat. Toko sedang ramai oleh pembeli , sehigga bu Katimun dan mbak Uli tampak sibuk kesana kemari mengambilkan barang yang dicari. sementara warung soto bu Mimi di samping tokopun tampak riuh. motot para pengunjung tampak berjajar sepanjang tepi jalan dan di halaman parkir toko. 

Tiba tiba terdengar suara begitu keras dari teras toko. ...."Gubrakkkkkk............." Dan itu mengundang perhatian semua mata tertuju kearah situ. Tampak sosok bapak yang sudah sepuh, denhgan kulit yang hitam legam oleh tempaan sinar mentari. Dia terduduk di halaman toko bersama sebuah bungkusan barang yang cukup besar dari anyaman bambu (besek besar) yang teronggok didepannya. beberapa orang menghampiri bapak itu termasuk bu Katimun.  setelah sedikit tanya tanya tahulah kita ternyata bapak ini menjajakan aneka pisau besar sampai kecil. waduh berat juga barang yang mesti dipanggung. padahal bapak itu sebut aja pak Karyo.... sudah tampah buyuten.... tangannya gemetar terus saat membantuku memilih pisau di kotak bambunya. seungguhnya di toko ya udah ada banyak pisau ....tapi yang besar emang nggak ada sih 

Kuambilkan satu gelas air..wah langsung habis sekali tenggak haus berat ya pak.....akhirnya  dua pisau yang kupilih diharga 19.000 .ndak mau nawar ah emang pengennya sodaqoh....eh si bapak mau ngasih satu pisau lagi .... to...udahlah pak dua aja dah cukup. lha saat bu Katimun mau beranjak eh dicegah sama pak karyo...tanya weton barang...ternyata nih pak karyo mau ngeramal.....wah katanya ngatos-atos nggeh usaha dagangnya baik tapi banyak orang mau nipu  terutama yang gaya pinjam-meminjam.....hiya pak itu mah ndak ada hubnya dengan weton pak. tapi analisis bisnis .....akhirnya beliau beraanjak sambil sedikit sempoyongan ketika harus memanggul bungkusan dagangannya. ternyata sudah sejak muda sering lewat sini tapi sekarang sudah lupa jalan katanya.....ya allah....kuatnya kemauan untuk memanfaatkan waktu yang diberikan allah untuk mencari rejeki tanpa harus meminta-minta, semoga Allah meringankan bebannya dan mengganti tiap peluh yang bercucuran dengan pahala . sementara di perempatan jalan sana banyak kutemui sosok orang -orang yang lebih muda , sempurna dan kuat, tapi mereka dengan ringannya menadahkan tangan untuk meminta uang receh.......

Dalam Al Qur'an surat Al-A'rof 10 menyatakan " Telah kami jadikan untuk kamu siang hari itu untuk mencari penghidupan (berusaha) namun begitu sedikit sekali diantara kamu yang berterima kasih"

Sebuah nasihat Luqman kepada anaknya " hai anakku carilah kekayaan dengan jalan untuk menjaga kefakiran, karena sesungguhnya tidak ada yang lebih fakir sama sekali bagi seseorang itu malainkan menimpanya tiga hal :
1  Lemah dalam agamanya
2. Lemah dalam akalnya
3. Hilang malunya. dan tyermasuk juga pandangan rendah manusia kepada mereka (yang fakir).













Rabu, 15 Februari 2012

Jambu Jamaica


Alhamdulillah, panen ketiga jambu jamaica di belakang toko, pertama kali dua tahun yang lalu cuma 1 biji thok til, setahun kemudian 3 biji pula tapi semua dengan ukuran yang cukup mengesankan untuk sebuah jambu air, dan sekarang ini sekitar 250 biji ,  merah ranum....cuantik dan semua tak ada yang terserang hama  Dari beberapa jambu air yang pernah kutemui biasanya rentan dengan ulat yang bersarang dalam buah segarnya tapi jambu jamaica ini bener-bener sulum..... Diawali dengan bunga warna pink segar yang merekah penuh disetiap dahan, kemudian menjadi jambu baby yang berwarna hijau mungil-mungil. Dan akhirnya menjadi jambu jamaica  yang cukup besar untuk ukuran jambu air, merah ranum dan aroma ....sedikit wangi  yang cukup khas.

 Perkembangan buah ini terasa cepat sekali, asal sudah sebesar jambu pada umumnya yang masih tampak hijau , maka kita akan dapatkan jambu ini menjadi semakin besar dan semakin merah. Bagi yang suka rasa sedikit asam dan kriuk-kriuk maka jambu yang berwarna merah tua bisa kita pilih untuk di petik. namun untuk maksimalnya jambu akan terasa lebih manis dengan tekstur daging yang lebih lembut setelah jambu berwarna merah gelap kehitaman.

                                                                         Perlu diperhatikan, untuk jambu yang sudah mencapai warna gelap ini akan semakin mudah gugur dari tangkai. Maka untuk lebih aman bibrongsong aja kali ya.  Nama ilmiah jambu bol  Syzygium malaccense . Untuk jambu jamaica apa ya... saat ini ternyata harga jualnya  masih mahal, bibit sekitar 100 rb sedang buahnya 15.000 sampe 30.000 ,yang besar paling isi 4 biji 


Sabtu, 03 Desember 2011

Bila harta menjadi cobaan hidup......

Al Qur'an 3 ; 14.

" Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah Tempat kembali yang baik (Surga)."

Rabu, 23 November 2011

Nasha.....bolo-bolo....he..he..

Tiada terasa saat ini hampir dua tahun usiamu, udah banyak gaya, udah banyak tingkah udah banyak makan n mik cucu, n udah banyak kata.....semua disekitar dibilang punya Nasha, waktu ada adzan dia rajin panggil2...mas dhea sholat...mbak taara..sholat ....
Suatu kali aku tersipu saat dia bilang mama...... segera kulari mendekati . barang kali ada yang dia inginkan...eehh.... sesampai didepan wajah lucunya di bilang bolo-bolo..........

Selasa, 01 November 2011

Kalau simbah beli mie...

Dari jauh aku lihat simbah tengok kanan kiri , agak lama barulah dia melangkah menuju toko bu katimun di sebrang jalan. Tak pernah kulihat ada senyum yang menghiasi wajahnya. Kulit wajah yang kian bergaris garis layaknya sungai, khas kulit piyayi sepuh.

"Mau beli mie, yang goreng......tiga....pilihkan yang besar-besar ya....nak...." begitu suaranya yang sedikit parau. "Nggeh mbah.....kaleh nopo....." suara ku pasti jadi lebih keras jika simbah datang untuk berbelanja, biar bisa jelas terdengar to ya. Dan simbah pasti mengulang lagi pesanan belanjanya.

"Mau beli mie yang goreng...tiga....pilihkan yang besar-besar nggeh...." begitulah aku berikan kresek kecil isi tiga mie goreng. Dan simbah akan membukanya dulu sebelum menyerahkan uangya. diambil satu mie lalau dia pegang-pegang untuk memastikan bahwa mienya emang dapet yang besar-besar, lalu sedikit di kocok-kocok.
He..he aku senyum-senyum saja melihatnya......sapa tahu aku tua nanti bisa lebih lucu dari gaya simbah ini....."beli mie goreng tiga yang besar-besar.....dan terus pergi nggak bayar.... he he... masih lumayan simbah selalu bayar...kagak nambahin daftar bon- bonan...'

Rabu, 16 Februari 2011

Semangat Penari Tua

Sebelumnya mohon maaf ya mak, jika kutulis judul dengan julukan penari tua. Bukan maksud hati untuk mengecilkan keberadaanmu. Begitulah adanya, ketika toko bu Katimun sedang sunyi, emang jamnya lebih enak buat tiduran di rumah, karena panas terik sang mentari. Akan tetapi dari balik etalase toko, terlihat sosok ibu sedikit mungil tapi nampak energik.

Begitu menarik kehadirannya. Meski hanya sekejap mata kita melihat, pastilah kta dapat
menangkap sosoknya. Karena baju yang dia kenakan begitu menarik. Kostum tari kesatria lengkap dengan topi ala Raden Arjuna, warna merah orange dengan rumbai-rumbai di kanan kiri. Meriah banget...ditambah bedak sedikit tebal.

Biasanya make up gini mah bikin wajah jadi tambah ayu imut..tapi ku lihat tak begitu adanya dengan ibu penari ini. sepertinya dia pun tak banyak mengharap agar terlihat cantik. Yang penting..... ada rejeki singgah ditangannya.

Ternyata ibu kita ini bukan hendak menari, tetapi dia memainkan sebuah alat musik. Gender kecil yang biasa dimainkan anakku yang masih TK. Terdengar alunan lagu gambang suling dengan nada melodi lumayan jelas tertangkap telinga kita. Akhirnya uang logam entah berapa yang baru saja dia terima dari lia, anak tetangga depan toko.

Dia beranjak dari rumah lia menuju ke arah toko . Gender kecil itu di ikat di boncengan belakang sepeda ontanya dan mengikatnya dengan seutas tali. Segera dia beranjak setelah jalan sepi dari laju motor yang selalu lalu lalang. Kembali kudengar lagu gambang suling dari musik yang dia mainkan.

Begitulah panggung sandiwara ini. Ada yang mudah mendapatkan rejeki, ada yang begitu susah untuk meraihnya meski hanya sedikit. yang lebih penting, kita harus tahu ada rejeki halal, toyib dan barokah. Namun ada pula rejeki haram. Keduanya sama-sama berkeliaran di sekitar kita. Seberapa kuatnya hati kita untuk teguh di jalan lurus dengan rejeki halal. dan bila hati sudah dikuasai nafsu dunia, maka lahirlah penipu, pencuri dan koruptor........