Tampilkan postingan dengan label Obat hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obat hati. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Februari 2016

Jika kesabaran itu hilang

Awal bencana bisa jadi kaena hilangnya kesabaran....to be cont

Senin, 22 Februari 2016

Kita Dalam Perjalanan

Kemaren seorang teman kehilangan putranya, karena kecelakaan
Sesungguhnya bukan kehilangan
Tetapi amanah yang pernah di titipkan 
Diambil kembali oleh Yang Maha Memiliki
Ada guratan kesedihan ,
Namun tampak gambaran keimanan diwajahnya
Setelah 29 tahun dia merasakan nikmatNya,
Seorang putra yang shaleh, yang  cukup berprestasi,
Yang memberinya dua orang cucu.
Ternyata takdir menghendaki untuk lebih dulu menghadapNya.
Mendahului dirinya yang merasa sudah tua pun lemah raga.
Tapi itulah usia tidak ada urutan yang pasti
Apakah yang sakit atau yang sehat,
Ataukah yang tua maupun yang muda. 
Bahkan anak imut pun tak lepas dari aturanNya
Kita semua dalam perjalanan , 
Ke tempat dimana hanya ruang kecil sempit gelap 
Yang akan menjadi tempat istirahat kita, 
Pun hanya lembaran kain putih yang menyertai. 
Semua kita tinggal tiada yang mau ikut menemani.  
Tidak boleh memintanya tetapi harus mempersiapkannya
Tiada lagi cantik tiada lagi ganteng tak pula ada trendi
Tiada lagi pangkat pun gelar yang berjajar
Tiada lagi berderet kebutuhan yang harus dibeli
Perjalanan kita tidak perlu koper besar. 
Kalau kita di tempat yang baik 
Maka semua sudah tersedia lebih dari yang kita kira
Tetapi kalau kita di tempat yang nista,
Maka  bekal aneka rupa dalam koper..
Sebesar gerbong keretapun tak akan ada guna
Kita dalam perjalanan...
Disela-sela canda ria kita perlu ingat perjalanan ini
Supaya kita lebih rendah hati


Sabtu, 03 Desember 2011

Bila harta menjadi cobaan hidup......

Al Qur'an 3 ; 14.

" Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah Tempat kembali yang baik (Surga)."

Selasa, 25 Mei 2010

Membangun Kesholehan Yang Utuh

Sebuah doa Umar Bin Khatab ra ," Ya Allah aku berlindung dari kedurjanaan orang yang durjana dan dari kelemahan orang-orang yang sholeh."
Begitulah beliau Umar mengharap agar kesholehannya tetap utuh tidak terganggu oleh bermacam gangguan.

Dalam sebuah Hadist dikisahkan tentang Fudail bin Iyath. Dia adalah mantan preman, berkat hidayah Nya dia sadar dan menjadi seorang ahli ibadah di masjid. Dulu dia bergelimang harta rampokan, sekarang dia mencukupkan diri dengan mengulum air wudlu. tiap malam dia beribadah dan berdoa sampai berlinang air mata, sehingga keesokan harinya pipinya tembem karena tangisnya semalam.

Sekitar tahun 100 H seorang seorang sastrawan tersohor menulis sebuah syair untuk Fudail.

Wahai abid al Haramain
Seandainya engkau memperhatikan kami
Engkau pasti akan tahu
Bahwa engkau hanya bermain-main dalam beribadah
Kalu pipimu basah oleh air mata,
maka pipi kami basah oleh darah
Jika kudamu lelah karena mengantarmu ke masjid
maka kuda kami lelah karena perang jihad
Kalaulah badanmu berbau harumnya parfum,
maka badan kami beraroma pasir dan debu

Ternyata syair tersebut mampu mengguhah hati Fudail. Dia menjadi lebih aktif dalam beribadah, tidak hanya rajin di masjid tetapi juga berpanas-panas untuk jihad.

Ada beberapa hal yang bisa kita kerjakan agar kesholehan kita tetap terjaga.
QS Al Baqoroh : 63.

  1. Berpegang teguh pada apa yang telah di tunjukkan Allah
  2. Tidak mudah berpuas dengan kesholehan diri. Banyak berusaha untuk mensolehkan orang lain dalam rangka mempersoleh diri. misal kita dalam satu bus, kita mau berhenti sholat sementara yang lain tidak, hayo piye....
  3. Berhati-hati jika kesholehan kita malah menjauhkan diri dari umat
  4. Hati-hati jika kesholehan kita malah membuat gerak kita terbatas dan cenderung pasif
  5. berhati-hati jika kesolehan kita membuat kita terlalu toleran pada segala sesuatu

Jumat, 30 April 2010

Dampak I'tibaul Hawa

Mengikuti hawa nafsu, merupakan salah satu problem yang sering kita temukan dalam keseharian hidup kita. Pada prinsipnya kita perlu memiliki kemampuan untuk mengendalikan hawa nafsu. Apa saja dampak yang akan terjadi jika kita tidak mengontrol sikap dalam mengikuti hawa nafsu. .

1. Pudarnya ketaatan pada Allah.
2. Menyebabkan Kekerasan dan Kematian hati
3. Meremehkan dosa dan kemaksiatan
4. Tidak tersentuh oleh nasehat
5. Membuat bid'ah dalam agamanya.
6.Tidak mendapat hidayah dari Allah
7. Akan menyesatkan orang lain
8. Akan membawa ke neraka jahannam

Selasa, 13 April 2010

Bila Rasa Bosan Melanda Rumah Tangga

Penyebab kebosanan :
1. Rumah yang berantakan
2. Tata rumah yang monoton
3. Melakukan Kesalahan yang diulang-ulang
4. Beban berat yang terus menerus tiada jeda
5.
Idealisme yang terlalu tinggi

Mengatasi kebosanan

1.
Perbaharui niat berumah tangga
2. Susun kembali perencanaan keluarga
3. Pahami keutamaan amal
4. Ajak pasangan untuk melakukan ibadah sunnah bersama-sama
5. Bercermin pada keluarga yang lain

Ada 6 saran untuk istri agar RT menjadi bahagia
1. Berusaha dengan tulus ikhlas menyerahkan hidupnya untuk suami sambil berharap pahala
dari Allah. (tulus : mengerjakan sesuatu dengan tidak terpaksa, sedang ikhlas : sesuatu
yang
dilakukan untuk mencari ridho Allah semata)
2. Menjadi peempuan yang bersahaja dalam penampilan dan gaya hidup, sederhana.
3. Selalu mensyukuri nafkah suami
4. Berusaha untuk sabar dan menjaga perasaan suami
5. Mendampingi suami dalam suka dan duka
6. Menjadi partner yang menyenangkan di kamar tidur ( bukan cuma soal sahwat lho, tapi juga
jadi pendengar setia).

Ada 10 Resep Penghangat Cinta
1. Mengungkapkan cinta dengan verbal, ngomong dong ...betapa sayang dan cinta ku ...he he..
2. Efek sentuhan, dari di peluk digandeng sampai... lai... di belai...
3. Memberi bantuan pada pasangan baik diminta ataupun tidak
4. Sikap mendukung saat pasangan sedang mendapatkan beban ataupun tekanan yang berat
5. Jangan pelit dengan pujian
6. Sisihkan waktu hanya untuk berdua
7. Berikan panggilan kesayangan
8. Ingat selalu kelebihan ataupun kebaikan pasangan saat ada masalah yang menyebabkan
renggangnya hubungan
9. Saling mendengarkan tidak membantah
10. Biasakan dengan 3 kata ajaib, tolong, terimakasih dan maaf.

Jumat, 30 Oktober 2009

Menuju Keluarga Sakinah

Siapa yang tak menginginkan memiliki keluarga sakinah? Sepertinya akan dijawab serempak sama dan kompak...SAYA PENGIN PUNYA KELUARGA SAKINAH..... ya to.......

Untuk mewujudkan cita-cita mulia itu, tentulah perlu waktu, bukan instan belaka.
Bahkan harus diupayakan jauh-jauh hari sebelum pernikahan itu dilaksanakan.
Ada beberapa hal yang bisa dijadikan titik awal menuju keluarga sakinah, yaitu :


  1. Pernikahan semata-mata karena Allah dan bertujuan ujntuk melahirkan anak2 yang sholeh.
  2. Semestinya masing2 pribadi sadar untuk memalingkan pandangan dan menjaga kemaluannya didasari pada rasa takut pada Allah semata. "Barang siapa yang telah menikah berarti telah menyempurnakan setengah dari agamanya, dan setengah lagi wujud kepatuhannya pada agama."
  3. Harus pandai memilih pasangan. Utamakan yang akhlak dan agamanya baik, meski harta dan penampilannya kurang.
  4. Harus selalu berhati-hati agar tidak melanggar perintah Allah dan taat selalu kepadaNYA.
Bagaimana setelah menikah?
  1. Harus senantiasa berbuat baik pada pasangan, saling menghormati, serta mengupayakan adanya pengertian diantara keduanya. "Yang paling baik diantara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya".
  2. Hubungan kita dengan pasangan bisa mengarah pada keharmonisan, persahabatan, pembimbing dan lain-lain. tidak terbatas syahwat, keserasian dan cinta.
  3. Kita harus berpegang erat pada syariat2 Islam. Bagaimana sebagai suami dan bagaimana sebagai istri. Semua telah ada aturannya.
  4. Pendidikan anak menjadi tanggung jawab bersama.
Insyaallah........Kita kan dapatkan keluarga sakinah, ...........

Minggu, 30 Agustus 2009

Berjilbab yok, insyaallah tambah cakep dunia akherat....

"Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa, itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat." (QS. 7 : 26)

Ayat tersebut menegaskan bahwa setiap laki-laki dan perempuan wajib menutup auratnya.

"Katakanlah kepada wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kehormatannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya,......." (QS. 24;31)

Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud, menceritakan : ketika Asma' binti Abubakar, saudari Aisyah masuk kerumah Nabi dengan mengenakan pakaian tipis yang menggambarkan bentuk tubuhnya, serta merta Rasullallah memalingkan mukanya seraya bersabda :

"Hai Asma' ! Jika telah tiba masa haidnya seorang wanita tidak dibenarkan menampakkan badannya kecuali ini dan ini....sambil Beliau menunjuk muka dan pergelangan tangannya."

Begitulah seruan kebenaran dari Al-Qur'an dan Hadis Rosul, bagi para wanita.
Siapakah wanita di sekeliling kita ? Ibu, Nenek, Tante, Budhe, Kakak, Adek, Ponakan, Saudara, Tetangga, Teman, Murid, Abdi,.....Semua yang mengaku dirinya muslimah. Pakailah Jilbab untuk menutup aurotmu, untuk menunaikan perintah NYA.

Adakah kau takut jilbab kan mengurangi cantikmu? Tidak anakku, tidak seperti itu saudaraku...jangan khawatirkan itu.

Jilbabmu kan memancarkan cahaya hidayah dari Nya.

Jilbab bisa menjadi upaya kita untuk lebih dekat padaNya. Jika kita mendekat, Diapun mendekat. Jika kita jauh Diapun akan menjauh. Tidakkah kau ingin Dia mendekatimu, memujimu dan memberimu hadiah yang tiada terkira di dunia dan di akherat kelak.

Adakah kau ingin sekedar memikat adam dengan kemolekanmu?
Jangan anakku, tak perlu seperti itu saudaraku. Semua itu hanya kan membuatmu kecewa. Jika kaum adam menyukai mulai suka sebatas molekmu, padahal semua itu tak kekal. Tiba saat nya kita jadi tua, keriput, ompong, kempot dan peot.

Tampil seksi adalah tujuan dunia semata. tapi jilbab adalah tujuan dunia akherat.
"Barang siapa yang akherat menjadi keinginannya, maka Allah menjadikannya kekayaan yang ada di dalam hatinya dan menghimpun perlindungannya bagi dirinya. Lalu keduniaan akan datang kepadanya, namun ia (Keduniaan) membencinya. Dan barang siapa yang keduniaan menjadi keinginannya, maka Allah menjadikan kemiskinan diantara kedua matanya, dan memisahkan perlindunganNYA dari dirinya. sementara keduniaan tak datang kepadanya, kecuali apa yang menjadi bagiannya. (HR Tirmizdi)

Rabu, 19 Agustus 2009

Persiapan Ramadhan

"Celaka dan celaka, rugi dan rugi, jika seseorang belum diampuni oleh Allah SWT sampai dengan tibanya bulan Ramadhan"

Ada beberapa hal yang mesti kita perhatikan dan kita persiapkan untuk memasuki bulan Ramadhan. Diantaranya :
  • Kebersihan Hati, merupakan syarat mutlak dalam menghadapi bulan Ramadhan. Mustahil kita dapatkan kenikmatannya tanpa kebersihan hati.
  • Membangun Rasa Bahagia Dalam Menyambut Ramadan. Karena kita tahu di bulan ini dosa-dosa akan diampuni, pahala dilipat-gandakan, jiwa-jiwa tersucikan dan doa-doa dikabulkan.
  • Memahami Keagungan Ramadhan. Ramadhan sebagai bulan Al-Qur'an, semua surga dibuka dan semua pintu neraka ditutup. Serta setan-setan dibelenggu.
  • Memahami akan Falsafah Puasa dan Falsafah Bulan Ramadhan. Puasa menuntun kita untuk bertaqwa. Jika kita belum mencapai derajat taqwa maka berarti puasa kita hanya sebatas menggugurkan kewajiban. "Siapa yang tidak meninggalkan ucapan dosa dan perbuatan dosa maka Allah SWT tidak membutuhkan dia untuk meninggalkan makan dan minum" (H R Shahih).

Keberhasilan puasa kita harus disertai dengan interaksi yang kuat dengan Al-Qur'an. Ditambah tartilnya, tambah tahfidnya, tambah tilawahnya.

Rosullallah Muhammad SAW, menghafal Al-Qur'an disemak malaikat Jibril sebelum maut menjemput, sampai dengan dua kali khatam.

Sedang Imam Syafi'i, mengkhatamkan Al-Qur'an 2 kali dalam sehari.

Bagaimana dengan kita? Marilah kita berlomba-lomba menambah amal pahala kita.

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA



Kamis, 30 Juli 2009

Anak Sholeh? Berbakti Pada Orang Tua?


Ketika anak merasa menjadi dewasa dan tua, apa yang semestinya mereka lakukan untuk bisa memenuhi sebutan anak sholeh dan berbakti pada orang tua?

Menjaga perasaan orang tua,:
Tidak membebaninya dengan bermacam masalah.
Tidak berkeluh-kesah yang menyedihkan.
Tidak berkata keras hingga melukai perasaannya.
Tak perlu banyak mendebatnya.
Menahan berita2 yang sifatnya menyedihkan.

Menyenangkan hatinya, dengan berbagai kabar gembira dalam keluarga.
Anak cucu yang sehat, sukses berkecukupan, baik akhlak moril maupun rumah tangganya.

Mengajaknya berkunjung ke teman lamanya ataupun saudara seusianya.
Mengajaknya berwisata atau sekedar jalan-jalan dan makan makanan yang disukainya.

Memberinya hadiah kejutan yang disukai atau diinginkannya.
Mengajaknya berbincang-bincang ringan mengenang masa kecil kita atau masa mudanya.

Mengumpulkan dan mengajak anak-cucu untuk menengoknya
Merawat barang kebanggaannya dengan baik
Menjaga amanah atau wasiat yang tidak menyimpang dari kebenaran agama

Bersikap mandiri dalam segi finansial,
sehingga membuatnya ringan tak terbebani
oleh tanggung jawab yang sudah dipikulnya semenjak kita masih kecil

Bersikap rukun dan saling menghormati dengan semua saudara

Meraih prestasi baik yang mampu membuatnya bangga.
tentunya tidak hanya prestasi akademik maupun karir.
tapi kesholehan dan kelurusan hati
dan kekuatan iman juga bisa digolongkan
sebagai prestasi yang insyaallah akan membuatnya bahagia.
dan dapat menjadi amal jariah untuk beliau.

Mendidik anak dengan baik sehingga menjadi cucu yang santun dan sholeh

Merawat jiwa raga dengan baik sehingga menjadi pribadi yang sehat.
betapa sedihnya mereka jika melihat kita sakit-sakitan.

Menjaga sikap dan perilaku yang baik,
sehingga akan menjadi warga masyarakat yang disegani.
nama baik kita juga pastilah akan mengangkat nama baiknya.

Bagaiman dengan kita?
Sudah berapa banyak yang telah kita lakukan untuk membahagiakannya?

Senin, 15 Juni 2009

Keutamaan Doa


Pada suatu hari Ibrohim bin Adham berjalan di pasar Bashrah, lalu berdatangan orang banyak kepadanya sambil bertanya tentang firman Allah : 'Ud'uuni astajib lakum" artinya: berdoalah kamu niscaya Aku perkenankan doamu.

Sedangkan kami tetap berdoa kepadaNya namun ia tidak memperkenankan doa kami. Maka Ibrohim bin Adham menjawab: Hatimu telah mati, kamu telah tahu Allah itu ada tetapi kamu tidak melaksanankan haq-Nya.

Kamu telah membaca kitab Allah tetapi kamu tidak mengamalkan apa yang ada padanya.
Kamu telah mengetahui bahwa iblis itu musuhmu tetapi masih mengikutinya.
Kamu mengakui cinta kepada Rosul, tetapi meninggalkan jejak dan sunahnya.
Kamu mengakui cinta (masuk) surga, tetapi kamu belum beramal untuknya.
Kamu mengakui takut neraka, tetapi kamu belum berhenti berbuat dosa.
Kamu mengakui bahwa mati itu benar (akan ditemui), tetapi kamu belum bersiap untuk menghadapinya.
Kamu suka mencari-cari cacat orang lain, tetapi kamu menyembunyikan cacat dirimu sendiri.
Kamu makan rizki dari Allah, tetapi kamu tidak mau berterimakasih kepadaNya.
Kamu menguburkan orang-orang mati, tetapi kamu tidak mau mengambil ibarat daripadanya. (Syaqiq Al Balkhi)