Tampilkan postingan dengan label Teras sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teras sekolah. Tampilkan semua postingan
Selasa, 21 April 2020
Jumat, 27 Maret 2020
Minggu, 17 Desember 2017
Tahu kriwil.mollen cake
Tambah koleksi Jenis jajanan yang mangkal disekolah . Molen mini dan bisa juga mollen nggak mini , sebutir 500 rupiah. rasanya lumayan. apalagi kalau pas masih hangat. gabungan cita rasa pisang dan tepung terasa cocok dilidah . Semga minyak yang digunakan cukup tergolong minyak sehat .
Bapak ini ditemani anaknya . Dengan alat kecil penggilas tepung , untuk membuat kulit molen. Alat sederhana dengan tenaga manual. dCukup diputar dengan tangan.
Yang pasti mesti cukup ada laba. tergantung laku dan peminat tiap harinya .
Mollen...mollen dan mollen
Tahu kriwil...
Belum dicoba , baru sekilas info kemaren si abang tahu kriwil ini jual jagung kukus...wahh ini yang aku suka cari, pantes nggak kutemukan lagi ternyata dia alih profesi ganti jadi chef tahu kriwil....
sejenis tahi krispy, di goreng sampai terasa krenyes krenyes. enang saat hangat , kebanyakan pake saus ya.. bisa juga lebih sehat pake cabe uleg wae ya...jadi konsumen terbebas dari tidak sehatnya saus yang berbahan kurang sehat....
Bapak ini ditemani anaknya . Dengan alat kecil penggilas tepung , untuk membuat kulit molen. Alat sederhana dengan tenaga manual. dCukup diputar dengan tangan.
Yang pasti mesti cukup ada laba. tergantung laku dan peminat tiap harinya .
Mollen...mollen dan mollen
Tahu kriwil...
Belum dicoba , baru sekilas info kemaren si abang tahu kriwil ini jual jagung kukus...wahh ini yang aku suka cari, pantes nggak kutemukan lagi ternyata dia alih profesi ganti jadi chef tahu kriwil....
sejenis tahi krispy, di goreng sampai terasa krenyes krenyes. enang saat hangat , kebanyakan pake saus ya.. bisa juga lebih sehat pake cabe uleg wae ya...jadi konsumen terbebas dari tidak sehatnya saus yang berbahan kurang sehat....
Kamis, 09 Maret 2017
Rabu, 22 Februari 2017
Kamis, 16 Februari 2017
Siasat bang ..Sal....
Hari cukup cerah, tiada mendung seperti beberapa hari yang telah lalu.
Sudah beberapa saat kubuat judul. baru sekarang lanjut...ternyata membagiwaktu memang perlu perjuangan pula. Yang akan kuceritakan adalah tentang si abang penjual es blender yang mangkal di sekolah. Ternyata omsetnya lumayan juga. tiap istirahat dan jam pulang gerobag esnya selalu padat rame.Anak anak tampak suka jajan minumannya. aneka es blender dengan aneka toping.
Ada yang bisa kita pelajari. ternyata bang Sal ini cukup ramah terhadap pembelinya yang masih berseragam biru itu. Ia juga cukup lucu sehingga candanya disukai anak anak. Pelayanannya juga menenangkan. karena dia tak segan segan menambahkan bonus toping seperti yang diminta pembelinya.
kadang terlontar protesnya dengan candaan, "Piye to, jare toping keju kok yamasih mina tambah coklat barang ..jan mbakyu mbakyu ki cen kok..' logat jawanya medok.
Bang Sal juga sedikit rajin menghapal namanama pelanggannya serta siapa yang terbiasa menjempunya. jadi tak segan dia infokan jika da yang bingung cari cari yang dijemput atau cari cari yang menjemput. Seperti kemaren aku datang kok sudah sepi... kemana anak anak .
Bang Sal mendekatiku. "BU tadi Riri sudah dijemput kakaknya kok bu,, pulang awal karena ada acara takziah ".. Bang Sal infokan padaku sambil berjalan menggiring gerobagnya utuk dititipkan di depan sekolah. Laen waktu dia menyapaku, " Risik bu, biasanay hari rabu anak anak pulangnya lebih siang kan bu, ada ekstra lukis kayaknya.
Hiya betul juga.. aku kerisiken njemput ni...
Satu hal laen yang jadi magnet marketing Bang Sal adalah Hape.. meskipun hh jadul yang cuma bisa sms, dan juga sdah keliatan uang. Tapi masih ok buat sms. Ternyata hp ini barat milik mum. karena anak anaksuka antri utukpinjem hp bang Sal. buat sms orang rumah utuk segera jemput...otomatis anak anak jadi rajin jga belikan uang sakunya unuk dapat es blender bonus pinjam hp buat sms..
Semoga Bang Sal dapatkan dobel keuntungan,,pahala karena menolong sesama..harus ikhlas nih
serta keuntungnan dunia rejeki yang berkah.
Jumat, 23 Desember 2016
Pertarungan di kelas
Sebenarnya namaku cukup keren. Anehnya temen-temen memanggilku dengan Hohok..Aku risih sekali dengan panggilan itu. Biasanya ku diamin saja. tak kupedulikan. tapi hari ini aku merasa baper berat. sehingga ku keluarkan ancaman dan tantangan saat mereka memanggilku dengan nama itu.
Melihat kemarahanku ternyata mereka semakin girang seakan tak ada perasaan sama sekali dengan rasa tersinggungku. malah semakin mengejek ku habis-habisan.
Tak tarasa mataku basah. aku tak ingin menangis. tapi tetap saja air mata ini jatuh berbutir butir. waduh semakin dapat peluang mereka mengejekku. Katanya aku banci. pakai nangis segala. Lebay gitu katanya. Aku marah dan naik pitam. Saking geramnya langsung saja aku seruduk si Panji yang sejak tadi sibuk mengejekku. reflek tanganku meraih apa saja yang bisa kupukul. jadilah kami bergumul di kelas sementara temen-temen lain ada yang berusaha melerai tapi banyak juga yang malah membuat kam lebih semangat untuk berkelahi.
Ternyata wajahkupun tak luput ari pukulan Panji . dalam kesadara aku segea berusaha menguasai keadaan dan mengakiri perkelahian kami.
Panji sory ya aku emosi, soalnya aku sebel kamu ejek terus." Aku menguatkan hati untuk mengungkapkan apa yang seharusnya aku katakan. sambil mengusap pipiku yang terasa perih.
Panjipun menyambut niat baikku.. " Iya Ar.. sori jga kalo aku suka usil meledekmu.." dah ya mpas ya. ..ni bibirku mentol . Wah tinjumu lumayan juga deh". Kulihat Panji tersenyum tipis sambil menahan peih. kurasakan ada ketulusan di ucapannya.
Jumat, 26 Februari 2016
jilbab dan helm
Siang begitu terik. Tugas jemput sekolah yang sering pinjem istilah "ngojek" .
Beberapa ibu berkumpul di gazebo. tempat paling teduh untuk menunggu buah hati keluar dari kelas masing-masing. Ada yang menarik nih diantara ibu2 sesama "pengojek".
Beberapa ibu berkumpul di gazebo. tempat paling teduh untuk menunggu buah hati keluar dari kelas masing-masing. Ada yang menarik nih diantara ibu2 sesama "pengojek".
Bunda yang satu ini kok terasa unik banget ya. Berwawan kata dengan kita semua, sementara helm tetap bertengger di kepala. Tahu kenapa...? Ada Tulisan besar di halaman sekolah Kawasan Berjilbab..Sekolah Islam terpadu, semua siswi putri diwajibkan berjilbab..termasuk para tamu dan orang tua..karena memang belum berjilbab akhirnya helm tetep harus nangkring di kepala ..biar nggak ketilang... Semoga tulisan yg sederhana itu juga bisa mengingatkan dan menjadi sarana untuk belajar bagi siapa saja.
Kamis, 21 Januari 2016
Kuliner anak sekolah..
Pukul 13.00 Aku sudah sampai di sekolah. Tugas ngojek, kebetulan sejalur dan bertepatan dengan selesainya acaraku cari ilmu akherat. Trotoar samping sekolah yang dibuat lebih lebar sedemikian rupa. sehingga lumayan nyaman untuk parkir para "pengojek". Begitu pula area itu sangat nyaman sekali untuk mangkalnya aneka jajanan dengan gerobag motornya. Waw kuperhatikan ada sepuluh gerobag motor dengan desain yang unik-unik sebagai srana menarik perhatian pembeli.
Ada siomay, bakwan kawi, crispy crec, nasi bakar dan susu segar shake, steak, cimol, cilok, bakso penyet, dawet, es chamcau, batagor dan sioma, jagung manis..wah ternyata lebih dari sepuluh.
Saat aku datang para penjaja itu masih pada asyik ngobrol bercengkrama dengan sesamanya. Pohon yang rimbun cukup mendukung untuk menjadikan area itu tempat berteduh dan tempat menunggu.
Begitu lonceng berbunyi ternyata kesibukan para penjaja itu luar biasa. semua sibuk. tak ada yang nganggur. tak ada yang tak punya pembeli. Anak anak es em pe itu beraburan menghampiri jajanan kesukaannya.
sebagian sudah akrab. kulihat beberapa diantara mereka meracik sendiri bakso penyetnya. Ndak sabar antri..tampak mereka mengambil saus, kecap dan sambal. Hal unik yang baru ku tahu.. tenyata untuk bakso kawi yang di sajikan dengan kuah bisa juga jadi jajanan mereka. disajikan pakai plastik dantak lupa sedotan plastik layaknya jajan es campur..
Enak juga lho... tapi ya semoga saja mereka para penjaja ini menggunakan bahan-bahan yang cukup standar kwalitasnya. Serta menjaga kebersihan dalam proses pembuatannya. Karena untuk mengejar harga anak sekolah sangat rentan dengan penggunaan bahan yang dibawah standar atau malah bahan yang tidak layak semoga ..tidak seperti itu..
Langganan:
Postingan (Atom)





































