Tampilkan postingan dengan label Info Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Bisnis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Februari 2016

Mengatur Order Barang

Dalam sebuah toko, salah satu kesibukan yang bisa kita jumpai adalah order barang. Jika bicara order barang ini tak lepas dengan hubungan timbal balik antara pihak toko dengan pihak sales dan distributor.
Ada beberapa hal perlu dicermati agar kita tidak salah order barang. Baik jumlah maupun jenis barangnya. Diharapkan tidak terjadi penumpukan barang yang tidak laku ataupun berlebihan.

Jumat, 01 Januari 2016

Analisa penjualan toko

Mempelajari laporan penjualan toko ternyata cukup menarik. Yang pasti hal ini amat bermanfaat untuk menentukan langkah mengelola penjualan dan pembelian barang.
Dalam data penjualan bisa kita lihat rekap penjualan sebulan  sampai setahun. Kita bisa tahu dalam sebulan atau setahun ada berapa pengunjung, ada berapa total harga pokok, ada berapa total harga jual serta ada berapa profit... tentu seneng lihat hasil total nya...tergantung kondisi masing-masing toko.
Bisa pula kita lihat detil penjualan dalam sehari...ini kita lakukan bila kita  mau tahu beberapa item barang yang perlu kita lihat stoknya  setiap hari. Biasanya Bu Tim melihat data penjualan pulsa, serta premium. serta beraneka susu. Karena ini rentan dengan keliru dan hilang. Untuk toko yang menjual rokok  ini termasuk yang sangat penting  untuk cek stok setiap hari. Sementara penjualan pulsa harus cocok antara catatan manual dengan data komputer sebagai cros ceknya.
Dengan data penjualan ini kita bisa tahu hari apa penjualan rame pun surut. Biasanya hari Sabtu, hari Minggu, tanggal muda, hari raya Idhul Fitri, Idhul Adha, Natal. tahun ajaran baru  dan tiap tanggal merah adalah hari rame penjualan. Kita bisa upayakan antisipasi melayani pembeli dengan maksimal

Kita juga bisa lihat data penjualan per departemen, sehingga kita tahu barang apa yang masuk ranking tertiggi penjualan. Dulu rokok menduduki posisi tertingi dalam harga jual tiap hari dengan profit nodua terkadang juga no satu. Alhamdulillah terganti dengan pulsa dan premium. Posisi tertinggi  adalah departmen minuman ringan dan bubuk. Aneka minuman botol pun sacet..ternyata rata rata paling tinggi profitnya dengan harga pokok yang lebih ringan. Alias untungnya buanyak.. Minuman dingin pun cukup mendukung.. Dengan modal cooler tentunya yang listrik juga perlu di perhitungkan
Dengan tahu penjualan per departemen kita bisa alokasikan pembelian  barang dengan mengtamakan departemen mana yang harus selalu cukup stok.

Analisa penjualan per Kassir untuk cek berapa yang di setor masig2 kassir. shif satu dan shif dua rame mana dll.

 Analis penjualan per jam.. kita bisa tahu jam-jam berapa toko rame, sehingga kita bisa mengantisipasi penjagaan dan pelayanan.
Analisa penjualan per suplier. kia jadi tahu suplier mana yang sangat dominan  di toko kita.  Yang barangna amat diperlukan di toko. perlu di tambah atau dikurangi.


Rabu, 06 Mei 2015

Merancang minimarket tanpa waralaba

Bila kita amati minimarket dengan waralaba cukup menjamur dilingkungan kita,  sebut saja ditiap sudut jalan bisa kita temukan keberadaannya. Tentu ada banyak pertimbangan jika akhirnya seseorang menentukan pilihan untuk membuka minimarket waralaba. Pengen segera eksis, tahu beres, profit mengalir deras. Tapi tentu saja ada konsekuensi yang harus dipenuhi sesuai peraturannya,  besar modal yang harus disiapkan, bisa juga pada ketentuan tata tertib manajemen usahanya....
Ada pilihan lain yaitu mendirikan minimarket yang non waralaba. 
Perhitungan bisa menghemat lebih banyak biaya .
dan yang pasti nama minimarket sesuai dengan keinginan kita dan pengaturan harga pun jenis barang yang dijualpun sesuai dengan ide kita.

Apa saja langkah yang harus diambil untuk memulai sebuah usaha minimarket...?
Pemilihan lokasi
Persiapan tempat dan bangunan
persiapan peralatan
Persiapan tenaga kerja
Persiapan manajemen
Persiapan barang tunggu dulu info selanjutnya..

Rabu, 22 April 2015

Migrasi ke Minimarket


Begitu marak waralaba minimarket di lingkungan kita. Sesuai dengan animo masyarakat yang merasa lebih nyaman dan menyenangkan saat berbelanja ke minimarket yang sering digolongkan sebagai ritel modern. Apapun bentuknya sesuatu yang belum diketahui pun dipelajari akan condong menjadi sesuatu yang sulit dan ribet. Tetapi ketika sesuatu yang asing itu sudah dikenal dan dimengerti maka insyaalah sebagian besar masalah akan bisa ditemukan solusinya. 
Begitupun dengan minimarket. Bukan hal yang sulit kalo kita sudah tahu pola pengelolaannya. Bagaimana menata ruang dan pemajangan, bagaimana menata barang, SOP karyawan pn juga saat menghandle dan mendatangkan sales..

Selasa, 03 Maret 2015

Bros Dari Kain Perca

Hobi yang berhubungan dengan kain...berawal dari buat baju sendiri..sekali dua kali tiga kali akhirnya sisa kain cukup menumpuk.. di buang terasa sayang karena ada peluang usaha rumahan  yang insyaallah cukup mmfaat..Jadilah aneka bros unik, imut unyu-unyu... bersama beberapa anggota  Sister Salimah Klaten Selatan yg tak lain para  ibu muda pun gadis belia. dengan modal keinginan untuk belajar. dan memanfaatkan segera. targetnya mau ngabisin semua perca haduh...ternyata buanyak yang punya perca....



selain kain perca bisa juga dengan pita aneka macam, ataupun renda...tentu saja akan lebih membuat  lebih bernilai ...apapun yang bisa kita temuka di sekeliling kita. untuk hiasan tengah bisa dengan kaning jeglog ataupun cukup dengan kain yang diisi kapas bisa juga dng perca yng di potong lembut...oke deh.....mau bikin setelan dengan baju atau jilbab kita ..ndak masalah buat aja sesuai selera.....manis....la ya,,.





Jumat, 17 April 2009

Kalau dua lampu menyala......

Bu Umi tampak merenung sepeninggal suaminya. Angannya menerawang jauh pada perjalanan panjang yang harus ia tempuh. Belum ada gambaran bagaimana harus memulai usaha mencari nafkah, untuk menyambung hidup bersama tiga anaknya yang masih kecil. Ia belum tahu apa kiranya yang bisa dikerjakan, karena selama ini ia bergantung sepenuhnya pada penghasilan suami.

Kisah di atas hanyalah salah satu contoh yang bisa ditemukan di sekeliling kita. Banyak kaum ibu yang belum berkeinginan memanfaatkan sumberdaya yang dimilikinya, untuk menambah penghasilan keluarga. Akibatnya muncul penyesalan di kemudian hari. Haruskah menunggu situasi yang menjepit untuk memulai aktivitas, memanfaatkan waktu dan potensi yang kita miliki, untuk mempunyai penghasilan sendiri? Menurut Purdi E. Chandra, "Ibarat sebuah rumah, kalau dua lampu menyala semua maka tentu saja rumah tersebut akan menjadi lebih terang".

Ada beberapa faktor yang membuat beberapa kaum ibu bergantung sepenuhnya pada suami dibidang finansial :

pertama : Suami tidak mengijinkan istri untuk bekerja, dalam kategori pendapatan suami memang sudah sangat mencukupi, atau karena takut istri menjadi lalai dalam menjalankan fitrahnya sebagai ibu dan istri.

kedua : Ada sebagian ibu yang sudah merasa super sibuk dengan aktivitasnya mengurus rumah tangga, sehingga tidak ada waktu lagi yang tersisa untuk menjalankan suatu usaha.

ketiga ; Sebagian ibu sudah mempunyai keinginan dan niat untuk memiliki usaha yang bermanfaat. Tetapi belum menemukan ide yang pas, atau justru sudah terlalu banyak ide tetapi tidak juga direalisasikan. Angan-angan melulu.

Menurut pendapat Purdi E. Chandra, "Untuk jadi pengusaha butuh keberanian untuk memulainya. Cobalah Anda lebih berani, tidak hanya sekedar ide-ide saja. Sekalipun ide usahanya bagus, tapi kalau tidak dijalani, ya sama saja keinginan untuk berwira usaha itu hanya akan jadi mimpi belaka."

Bagaimana dengan anda ?