Selasa, 18 Juli 2017

Jatuh..

Pilihan judul ini cukup diplomatis. Jatuh yang ku maksud mengandung berbagai makna dari kisah yang hendak ku tuliskan.

Berawal dari posisi bu Katimun yang siap siaga di toko. Tiap kali suasana toko memang mengundang banyak sekali kisah. Bagaikan cerpen hidup. Pun siang ini. Seorang anak remaja  kelas enam es de tampak menyandarkan sepedanya di depan toko. Bu Kati cukup mengenalnya sebagai pelanggan. Karena memang dia sering belanja. Diapum  tahu dua sodara lki-lakinya. Satu  kakak satunya  adek . Sayang Bu Katimun ki nggak melengkapi  data diri  dengan nama pun  alamat rumahnya. Perumahan sebelah sih. deket tapi pasnya belum tahu.

Si eneng beli beras satu kilogram dan satu bungkus sagu mutiara.  Cuma habis 10 ribu. pas uangnya tidak kurang dan tidak ada kembalian. Barang dimasukkan  ke dalam kantong plastik hitam. Belum berlaku platik harus bayar...tak berapa lama berselang si eneng masuk di toko dengan tergopoh-gopoh.  Ternyata kantong plastik yang di gantungkan di setang sepeda  jebol dan seplastik beras jatuh di jalan aspal.


Ternyata si eneng sebisa mungkin mengumpulkan beras itu dan menampungnya di lembar gaunnya.Untuk sementara ujung gaunnya dia  jadikan kantung penampung beras yang berserak di jalan.

Terlihat wajah cemas nya.. diiring air mata yang berderai.. Nanti saya dimarahin mama bu... ya Allah tersirat sebegitu gelisah dan khawatirnya dia..Sepertinya dia membayangkan sesuatu yang begitu dahsyat yang akan menimpanya. Yang menjadi fikirku... seberapa keras sih kemarahan  ibundanya sehingga si eneng takut sekali dengan kemarahan ibndanya.

taksampai hati bu Katimun melihat tangis dan ketakutannya, maka segera saja dia ambil sebungkus beras yang sama dan dia berikan pada si gadis  kecil  

Reuni Jofa 85/17








Minggu, 16 Juli 2017

Jumat, 24 Maret 2017

Komik Nasha

Sekarang dia usia 7 th klas 1 SD kegemarannya menggambar  senada d nfan kakak2nta. Gambar nya adyyik jga untuk anak seusianya..Dibanding mewarnai diablbh menguasai bidang menhgambanya


Kamis, 09 Maret 2017

Wow mandi lumpur ya..

Kejadian ini  sudah hampir16 tahun yang lalu. Saat bu Katimun masih domisili di Surabaya. Tepatnya di Pagesangan depan masjid Agung. Si sulung usia 4 tahunan  adeknya satu setengah tahun. Anak anak punya gaya sendiri dalam mengekplorasi lingkungannya. Rasa ingin tahunya amat besar. Kalo ada kesempatan si sulung hobinya main kran sejak dia bisa merangkak. tiap kali bangun tidur langsung turun dari kasur dan bersegera menuju kran depan rumah. saat itu masih di Unib Permai,

Bila dia tahu aku melihatnya dengan riang gembira dia percepat gerak merangkaknya... seakan mengajakku balapan. Terkadang tertangkap olehku dan segera kugendong masuk.  Lain kali dia lebih dulu mencapai kran dan segera membukanya. Girang sekali dengan air yang mengalir dari kran..wah gembira banget dia saat memancar dan membasahi tubuh mungilnya. 

Tapi itu sudah lewat. ada banyak kejadian saat mereka berdua bermain ]. Seperti sore itu. Mereka bermain di halaman asyik melihat kelinci nya yang merumput. Ternyata ditengah keasyikannya, mereka berdua menuju luar halaman.  Sepertinya ada benda menarik yang membuatnya melongok ke got depan halaman rumah. Dan.... byur.... si jagoan  kecil yang sudah mulai jalan tertatih tercebur di got . Alhamdulillah got itu tidak penuh isi air . cukup dangkal . sehingga si adek masih bisa berdiri tegak. Tetapi tidak bisa naek sendiri .

Untunglah saat itu menjelang magrib .sehingga kejadiannya segera terlihat oleh om yang sudah berpeci siap ke masjid. Demi dilihatnya si adek kecebur got, seluruh badan kotor penuh lumpur limbah. Segera dia angkat dan di bawanya  masuk rumah. Tidak nangis itu adek jagoan kecil. Mungkin dipikirnya itu bagian dari permainan.  Wahhh. aromanya..limbah surabaya deh...dan tampilannya jagoan kecilku jadi kayak dakocan haduuh...
Langsung diguyur di kamar mandi  he he alhamdulillah semua selamat...

album smansa 2017